oleh

Mengenal Lebih Dekat Kota Kunming

Dari tanggal 31 Juli sampai 5 Agustus  2019, Adeline Travel mengikuti Famtrip ke Kota Kunming China. Owner Adeline Travel, Adelina pun mengamati dan mengenali kota ini. Kota Kunming adalah ibukota Provinsi Yunnan di barat daya China atau Tiongkok yang dikenal sebagai kota sejarah dan budaya sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal di China. Berikut ini beberapa hal unik dan  menarik dari kota ini :


Kota yang tengah bersolek

Kesan pertama dari suatu kota adalah wajah fisiknya. Kota Kunming menjadi bukti nyata dari semangat Pemerintah China membangun wajah kota kosmopolitan. Sepanjang perjalanan dari Bandara Kunming menuju lokasi penginapan atau hotel,  terpampang  pemandangan bangunan gedung-gedung tinggi menjulang. Jalan layang megah melingkar-lingkar. Taman – taman tertata apik dan indah, sejuk dipandang mata. Sayangnya gedung-gedung yang megah terkesan dibangun tanpa konsep yang matang. Bentuk bangunan yang monoton kubus-kubus menjadikan wajah pusat kota Kunming  terkesan kaku, tidak artistik, dan tidak berkarakter.

Minim Billboard
Tidak seperti lazimnya kota-kota besar,  Kota Kunming relatif bersih dari billboard dan baliho iklan , khususnya produk Barat. Beberapa papan reklame menampilkan produk lokal China. Disini gerai McDonald, KFC, Pizza, dan franchise branded lainnya sangat jarang ditemui. Tulisan yang terpampang di gedung-gedung, toko-toko, dan iklan di tempat umum semua pakai huruf kanji.


Kota musim semi abadi 
Hal yang berkesan dan tak terlupakan selama kunjungan ke Kunming adalah  kenyamanan iklim  dan suasana yang serene – pemandangan dataran tinggi yang indah,  tenang, adem dan sejuk. Cuaca di Kunming sangat nyaman,  tidak pernah sangat dingin atau pun sangat panas. Bunga-bunga warna warni tumbuh subur sepanjang tahun karena itulah Kunming disebut sebagai kota musim semi abadi.

Danau Dianchi
Selama di Kunming kami mengunjungi Danau Dianchi atau Danau Kunming. Danau Dianchi adalah danau air tawar terbesar di Yunnan yang terletak di sebelah barat daya Kunming. Usia danau ini sudah sangat tua, diperkirakan 3,5 juta tahun. Terletak di dataran tinggi, danau ini mendapat sebutan “Mutiara di dataran tinggi, Untuk menikmati  keindahan danau, di sekitar tepian danau disediakan jembatan-jembatan kecil, tempat duduk dan ayunan.

Perempuan-Perempuan yang fashionable
Pengaruh Barat yang sangat nyata di China  saya temukan di gaya berpakaian para perempuan. Gaya berbusana model Barat (western styles) nampaknya sangat disukai anak muda kota-kota besar di China. Sejak masuk di bandara Xiamen sampai ke Kunming banyak sekali saya berpapasan dengan cewek memakai hot pants super minim dengan model beraneka ragam. Perempuan tengah baya bahkan ibu-ibu dengan nyaman dan percaya diri berbusana model punggung terbuka atau mempertontonkan kemulusan tubuh mereka. Baju mini juga dikenakan dosen pembawa acara di event  seminar internasional yang saya ikuti. Tidak terbayang  di event formal seminar ilmiah di Indonesia pembawa acaranya memakai rok mini yang memperlihatkan kemulusan paha dan kakinya. Rok mini di Indonesia hanya dipakai ABG jalan-jalan ke mall.

Perempuan-perempuan perkasa
Yang paling menarik dari Kunming adalah banyak perempuan yang berprofesi sebagai sopir transportasi umum. Sopir bis pariwisata yang mengantar rombongan kami tour ke Stone Forest adalah perempuan usia sekitar 50 tahunan. Selama mengelilingi Stone Forest sopir mobil listrik juga perempuan semua. Menurut Chen dan Kanna (2012) sebelum Reformasi China di tahun 1978 hanya elit politik China dan orang asing yang naik mobil dan taksi dan untuk menjadi sopir orang harus ikut les selama 1 tahun penuh. Sekarang orang bisa jadi sopir  jika telah mempunyai pengalaman mengemudi selama 3 tahun dan tidak memiliki catatan kecelakaan. Di bawah usia 60 tahun untuk laki dan 55 tahun untuk perempuan.  Tidak seperti di kota-kota besar di dunia dimana sekitar 99%  sopir taksi atau bus kebanyakan laki-laki, di Kunming 1 dari 5 sopir taksi adalah perempuan. Prosentase sopir taksi perempuan yang cukup besar juga tidak lazim di kota-kota di China lainnya.

Stone Forest
Berkunjung ke Kunming terasa kurang lengkap tanpa singgah ke Stone Forest – destinasi wisata yang menjadi icon Provinsi Yunnan, selain Danau Dianchi. Stone Forest atau Shilin dalam bahasa China merupakan formasi bebatuan raksasa menjulang tinggi dengan beraneka bentuk : ada yang berbentuk stalagmit , binatang, dan bentuk pepohonan sehingga disebut sebagai hutan batu. Stone Forest merupakan bebatuan purba, usianya diperkirakan lebih dari 270 juta tahun. Dulunya bebatuan ini berada di bawah permukaan air laut yang terangkat ke permukaan karena gempa besar yang melanda China di masa lalu.
Stone Forest benar-benar terawat dengan baik. Pada saat saya hendak berfoto di hamparan rumput dekat bebatuan, pemandu wisata dengan tegas meminta saya segera keluar dan tidak menginjak rerumputan. Saya juga melihat tidak ada corat-coret di bebatuan. Semua batu dalam kondisi bersih. Stone Forest memang benar-benar destinasi wisata yang sangat menarik. Tidak salah kalau Pemerintah China mengklasifikasikan Stone Forest sebagai destinasi wisata level AAAAA (A5) atau tempat wisata dengan tingkat atraktif paling tinggi.


Lain ladang , lain belalang. Tiap negara memiliki keunikannya sendiri. Datang dan melihat langsung Kota Kunming dan Stone Forest di Provinsi Yunnan China membuat saya semakin menghargai keragaman kultur dan kekayaan alam anugerahNya.

Komentar

News Feed