oleh

PT An-Naba International Berangkatkan 10 Jemaah Haji Furoda

Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan Undang-undang Penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah pada bulan Maret 2019 kemarin. Dalam UU ini, legalitas haji furoda telah disahkan dan disepakati keberadaannya.

Direktur Utama PT An-Naba International, H. Andi Aminuddin, LC mengaku bersyukur atas disahkannya Undang-undang Penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah. Dalam UU ini, legalitas haji furoda telah disahkan dan diakui.

“Alhamdulillah DPR telah mengesahkan bahwa haji furoda sah dan Menteri Agama bahwa haji furoda itu legal,” kata H. Andi Aminuddin,LC kepada wartawan Rindu Kabah.

Ketentuan tentang haji furodah diatur dalam Bab III Pasal 16 paragraf ke 3 dan Pasal 17. Tekait ketentuan teknis yang memberangkatkan haji furoda diatur dalam Pasal 18 ayat 2 dan 3. Di mana haji furoda diberangkatkan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Cukup untuk keberangkatannya harus melapor ke Kementerian Agama berapa jumlah jamaah haji furoda, untuk memantau dan sekaligus mendata resminya berapa,” tuturnya.

Menurut H. Andi Aminuddin, tahun 1440 H atau tahun 2019 ini PT An-Naba International secara resmi telah membuka pendaftaran calon jemaah haji dengan visa furoda. Haji visa furoda adalah mendaftar sekarang dan langsung berangkat untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah tahun ini PT An-Naba International memberangkatkan 10 orang jamaah haji furoda dan semua visa sudah tercetak sejak tanggal 12 Juli lalu,” jelas H. Andi Aminuddin.

Beliau menambahkan, haji furoda dengan visa mujamalah atau visa undangan itu sudah ada sejak 10 tahun hingga 15 tahun lalu. Antar instansi, antar perorangan dan antar perusahaan sudah banyak dilakukan dalam praktiknya.

“Tetapi PT An-Naba merasa belum perlu untuk melakukan itu karena daftar antrean jamaah haji khusus PT An-Naba Alhamdulilah cukup memadai dan hampir setiap tahun memberangkatkan jemaah haji khusus kurang lebih 200 jemaah. Sehingga tak pernah ingin memberangkatkan haji furoda sebelum adanya pengakuan resmi dari pemerintah bahwa itu termasuk dibolehkan,” terang H. Andi Aminuddin.

PT An-Naba Internasional memberangkatkan sebanyak 223 jemaah haji khusus, termasuk jemaah haji furoda. Termasuk juga di dalamnya 11 petugas di antaranya 2 dokter, 5 pembimbing ustadz dan kiai, kemudian 4 petugas dari perusahaan.

Saat ini, jemaah sudah berada di Kota Mekkah. Selama di Kota Mekkah, jemaah haji PT An-Naba International menginap di Hotel Pullman Zamzam. Hotel bintang 5 yang jaraknya sangat dekat dengan Masjidil Haram.

Begitu turun dan keluar dari hotel, sudah di depan dan masuk pelataran Masjidil Haram. Hal ini tentu memudahkan dan memberikan kenyamanan serta kekhusyukkan kepada semua jemaah untuk beribadah.

Di hotel ini pula, jemaah juga disuguhkan atau dihidangkan menu-menu makanan yang cocok sesuai rasa dan selera. Yaitu menu makanan yang pas dengan lidah rasa orang Indonesia.

Komentar

News Feed