oleh

Keliling Kota Madinah, Jamaah Umrah Multazam Utama Tour Doakan Para Pejuang Islam

Madinah — Rombongan jamaah Multazam Utama Tour melakukan ziarah keliling kota Madinah, Senin (4/3/2014).

Ustadz Imam sebagai pembimbing jamaah Multazam di bus 2 yang kami tempati selama dalam perjalanan menceritakan sejarah-sejarah tempat yang akan dikunjungi jamaah. Dimulai dari Masjid Ijabah, dimana di masjid ini Nabi Muhammad SAW berdoa meminta tiga permintaan kepada Allah dan oleh Allah langsung dikabulkan. Doa pertama adalah doa supaya umat Islam tidak dilanda paceklik, doa ini oleh Allah dikabulkan.

“Yang kedua Nabi berdoa supaya umatnya tidak ditimpa banjir bandang sebagaimana umat Nabi Nuh, oleh Allah dikabulkan. Kalaupun bapak ibu menjumpai banjir hanya wilayah tertentu, tidak seluruh dunia penuh dengan air, ” jelas Ustadz Imam kepada para jamaah yang penuh antusias mendengarkan.

Doa ketiga di masjid Ijabah, lanjut Ustadz Imam adalah doa Nabi yang artinya yaitu bahaya (mereka) diantara mereka artinya sesama muslim saling bertengkar membunuh.”Inilah doa yang ditunda oleh Allah untuk dikabulkan,” papar Ustadz Imam.

Belum lama melewati Masjid Ijabah, para jamaah melewati Masjid Abu Bakar yang letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Ijabah.

Usai melewati dan menceritakan Masjid Abu Bakar, para jamaah juga melewati Masjid Bilal bin Rubah. Kisah Bilal oleh Ustadz Imam diceritakan kepada jamaah.

“Bilal adalah seorang budak Kafir Quraisy namun ia masuk Islam. Saat Bilal ketahuan masuk Islam, ia dianiaya dan disiksa oleh majikannya dan Abu Jahal. Dengan penyiksaan yang luar biasa tersebut namun Bilal tetap bilang Allah Ahad,” cerita Ustadz Imam.

Singkat cerita, akhirnya Bilal kemudian dimerdekakan oleh Abu Bakar.

Bilal juga merupakan orang yang pertama kali mengumandangkan suara adzan.

Bilal juga mendapatkan karunia dimana orangnya masih hidup tapi suara sandalnya sudah terdengar di surga.

“Oleh Nabi di tanya, amalan apakah yang kamu kerjakan sehingga orangnya masih hidup namun suara sandalnya sudah terdengar di Surga, Bilal menjawab bahwa ketika dia batal wudhu dia langsung wudhu kemudian sholat dua rakaat,” ucap Ustadz Imam.

“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi)

Dalam perjalanan, jamaah Multazam juga melewati pemakaman Baqi. Baqi Adalah nama sebuah pemakaman umum yang ada di kota Madinah. Pemakaman ini sudah ada sejak zaman jahiliyah hingga saat ini, di makam ini lebih dari seribu sahabat dimakamkan.

Rombongan jamaah Multazam dibawa untuk mengunjungi Masjid Quba. “Masjid Quba merupakan masjid yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah SAW atas dasar taqwa. Barang siapa dalam keadaan suci menuju Masjid Quba lalu sholat dua rakaat di Masjid Quba maka baginya seperti pahala umroh,” ucap Ustqdz Imam.

Untuk lebih dalam mengenal kota Madinah, rombongan jamaah Multazam juga dibawa mengunjungi kebun kurma. Disini para jamaah boleh berbelanja dan mengenal jenis-jenis kurma serta oleh-oleh dari Madinah.

Selanjutnya, para jamaah dilanjutkan mengunjungi Jabal Uhud. Jabal Uhud adalah nama sebuah gunung yang terletak kurang lebih 5KM dari kota Madinah. Di lembah gunung ini pernah terjadi peristiwa peperangan yang amat dahsyat antara kaum Muslimin (700 orang) melawan kaum Musyrikin (3000 orang).

Perang Uhud merupakan masa yang begitu menyakitkan sepanjang peperangan. Umat muslim mendapatkan kekalahan, bahkan banyak dari kaum muslim yang menjadi syuhada.

Sebanyak 70 prajurit gugur dalam perang Uhud, mayoritas mereka dari kalangan Anshar, di mana telah gugur di antaranya dari suku Aus dan Khazraj serta dari kaum Muhajirin.

Usai memanjakan doa bagi para sahabat Nabi yang gugur di Perang Uhud, rombongan jamaah Multazam kemudian kembali ke hotel.

Komentar

News Feed