oleh

Peserta Kelas Jurnalistik IITCF Antusias Ikuti Acara

Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) sukses menggelar Workshop & Training Kelas Jurnalistik Part-2 pada 29 Januari 2019 di Muamalat Tower Lantai 19 Jalan Prof. Dr. Satrio Kav.18, Kuningan, Jakarta Selatan. Suksesnya acara ini ditandai dengan seriusnya para peserta mengikuti dari awal hingga akhir saat kelas jurnalistik berlangsung.

Menurut Chairman IITCF, H. Priyadi Abadi, M.Par, bahwa kelas jurnalistik ini menjadi salah satu sarana untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kemampuan dari para sahabat IITCF, yang berasal dari berbagai travel Muslim dan tour leader Muslim.

“Selain menjalin silaturahim, kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi sahabat IITCF, yaitu mampu menulis berita dan mengabadikan hasil perjalanan yang telah dilakukan lewat tulisan,” tutur Direktur Utama Adinda Azzahra Tour & Travel.

Dalam pelatihan Kelas Jurnalistik ini diisi oleh novelis dan wartawan senior Harian Republika, Irwan Kelana dan juga wartawan senior Hayat Fathurozy, Bahkan Herry Marhono, Founder ITLA & owner HMM (Herry Marhono Management) juga nampak hadir menjadi tamu undangan.

Irwan Kelana dalam paparannya menekankan pentingnya untuk bisa membuat press release untuk sebuah bisnis. Terlebih lagi bisnis travel yang banyak menyajikan pesona wisatanya. Melalui tulisan yang mudah dipahami akan menjadikan pembaca tertarik untuk berwisata.

Kegiatan Kelas Jurnalistik merupakan salah satu program yang telah dilakukan oleh IITCF. Sejak didirikan awal 2016, IITCF memang secara konsisten memberikan pelatihan-pelatihan terhadap para travel Muslim untuk peningkatan SDM baik itu tour leader ataupun travel owner, secara rutin setiap bulan.

Peserta yang mengikuti Kelas Jurnalistik ini sebagian dari peserta West Europe Muslim Educational Trip (Wemet Batch 5) yang akan diselenggarakan di Eropa Barat mulai tanggal 11-20 Februari sekaligus sebagai Pre Departure Briefing.

“Educational Trip ini adalah angkatan ke-5 untuk destinasi Eropa Barat yang mana muatan dari perjalanan ini adalah belajar dan belajar,” tutur Priyadi Abadi.

“Semua peserta akan mendapatkan tugas-tugasnya bergantian dan kelompok kecil yang akan kami buat. Setiap malam ada briefing dan evaluasi perjalanan,” kata Priyadi menjelaskan.

Komentar

News Feed