oleh

SAPUHI Sebagai Asosiasi Baru Haji dan Umrah di Indonesia

Jakarta — Dualisme Kepemimpian ASPHURINDO (di bawah kepemimpinan Bapak Syam Resfiadi (sah sesuai MUNAS II ASPHURINDO) dan Bapak Magnatis Chaidir) yang terjadi setelah MUNAS II ASPHURINDO pada tanggal 09 — 12 Januari 2018 dan masih berlanjut sampai hari ini. Berbagai proses mediasi dan hukum ditempuh untuk menyelesaikan polemic tersebut tapi tidak kunjung menuai hasil.

Kementerian Agama RI pun turun serta membantu menemukan titik penyelesaikan dari Polemik dan pada akhirnya Kementerian Agama RI memberikan usulan untuk diadakan Musyawarah Luar Biasa (MUNASLUB) agar Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO berakhir.

Sehubungan dengan usulan MUNASLUB yang disampaikan oleh Kementerian Agama RI terkait Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO yang tidak kunjung selesai, pengurus merapatkan usulan tersebut tapi karena banyak hal yang kurang sesuai jika MUNASLUB diadakan dengan berbagai alasan atas dasar ini Pengurus ASPHURINDO memutuskan untuk membuat Asosiasi Baru dengan nama SAPUHI (Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia). Adapun alasan-alasan tersebut diantaranya:

A. Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO yang tidak kunjung selesai
B. Jika MUNASLUB diselenggarakan, Ketua Umum tidak bisa dijabat kembali oleh Syam Resfiadi maupun Magnatis Chaidir hal tersebut kemungkinan besar tidak dapat diterima oleh anggota Asphurindo.

C. adanya hak Paten terkait logo ASPHURINDO atas nama Hafidz Taftazani hal tersebut bertentangan dengan kode etik organisasi dan akan mempengaruhi roda organisasi yang berjalan dalam tubuh ASPHURINDO

D. Dengan terbentuknya Asosiasi Baru Pengurus memiliki harapan tidak akan terjadi kembali pengambilan hal organisasi yang bersifat individual dan kesewenang-wenangan perilaku pimpinan.

Usai rapat pengurus tersebut, diselenggarakannya Buka Bersama dan Rapat Pleno Anggota ASPHURINDO pada tanggal 28 Mei 2018 di Aljazeerah Restaurant & Function Hall – Polonia.

Dalam acara tersebut anggota menyetujui dibentuknya Asosiasi Baru dan pada tanggal inilah ditetapkan sebagai tanggal berdirinya SAPUHI namun dalam Akta legalitas SAPUHI dengan Nomor 32 oleh Notaris Notaris Tati Nurwati, SH ditetapkan pada tanggal 18 Mei 2018 menyesuaikan tanggal pengajuan Pendirian SAPUHI. Adapun kepengurusan SAPUHI juga telah mendapat Legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor 0007373.AH.01.07.TAHUN 2018 dengan Ketua Umum Drs. H. Syam Resfiadi.”

SAPUHI mempunyai Visi sebagai organisasi yang berwibawa dan profesional dalam membina dan memberdayakan anggotanya sebagai penyelenggara ibadah umrah , haji khusus dan inbound yang bersatu padu melayani seluruh umat Islam Indonesia dalam penyelenggaraan Umroh , Haji khusus dam Inbound di Indonesia.

Sedangkan misi SAPUHI yaitu mewujudkan penyelenggaraan ibadah umrah , haji khusus dan inbound Indonesia yang bertanggung jawab, Amanah , nyaman dan profesional dengan perpedoman Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.

Komentar

News Feed