oleh

My Halal Trip Indonesia Launching Famtrip Bangkok dan Thailand

Jakarta — Industri wisata halal saat ini sedang berkembang pesat di dunia. Pemerintah bersama kementerian terkait saat ini sedang gencar mempromosikan wisata halal, tak terkecuali juga para travel agent yang tergabung dalam My Halal Trip Indonesia (MHTI).

Asosiasi MHTI baru-baru ini menyelenggarakan launching famtrip untuk destinasi wisata halal ke negara Thailand. Ketua Umum MHTI, Teuku Mohammad Ali mengatakan, bukan tanpa sebab mengapa destinasi wisata halal Thailand dilaunching dalam kesempatan kali ini. Menurut beliau, Thailand memiliki destinasi wisata halal yang menarik, budaya dan religi yang patut untuk diketahui.

“Thailand itu termasuk pasar nomor 7 di dunia. Sekarang penerbangan Indonesia ke Thailand sudah 3 flight, pagi siang sore,” kata Ali di sela-sela acara launching di Hotel Sofyan, Jakarta.

Sejak MHTI dideklarasikan, lanjut Ali, ada beberapa paket destinasi dan famtrip yang sudah dilaunching. MHTI telah melaunching trip Turki dan sebagai pondasi awal yang menjadi ikon MHTI adalah program Jelajah Bumi Para Nabi. Seperti Al-Aqsha, Palestina, Israel, Jordan dan negara-negara di Timur Tengah.

Dalam waktu dekat, MHTI juga akan melaunching famtrip destinasi Uzbekistan. Menurut Ali, MHTI tidak akan buru-buru untuk melaunching famtrip meski negara-negara sudah menginvite dan meminta untuk segera diadakan famtrip. “Kita inginnya satu satu jalan daripada banyak famtrip dan buru-buru tetapi tidak jalan,” tegasnya.

Khusus untuk program launching famtrip Thailand ini, ada beberapa destinasi yang layak dikunjungi. MHTI berharap dalam sebuah perjalanan wisata, tidak hanya semata-mata jalan-jalan rekreasi. Tetapi ada nuansa religi, budaya dan sejarah Islam yang bisa dikupas dan diambil hikmah pelajarannya.

Di Thailand dan Bangkok sendiri ada destinasi Ayutthaya, Nakhon Pathom, Samut Songkhram,Kao Yai dan kota menarik lainnya. Ada tempat indah juga di Wat Phrathat Doi Suthep dan tempat-tempat lainnya.

“Pasar wisata halal ini harus dihidupkan oleh travel-travel muslim, jangan sampai pangsa pasar muslim ini dikelola oleh travel-travel non muslim, ironis sekali. Kalau pengen spesialis harus di bidangnya, bagaimana akan mengelola wisata halal sholat aja enggak tahu, misalnya. Di Thailand sendiri sudah banyak restaurant-restaurant yang dari proses packing, pengiriman, masak itu sudah disertifikasi kehalalannya. Oleh karena itu wisata halal harus dikelola oleh travel-travel muslim,” jelas Ali memaparkan.

Di lokasi yang sama, Manager International Routers PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Bima Pribadi mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh asosiasi MHTI ini. Khususnya launching famtrip Thailand Bangkok.

“Jadi gini ini, kan pasar muslim di Indonesia besar sekali dan MHTI asosiasi salah satu komunitas agen terbesar di Indonesai. Jadi punya pernan yang penting untuk menjual paket-paket wisata halal yang kita siapkan. Kebetulan Garuda Indonesia bekerjasama dengan Tourism and Autority Thailand badan pariwisatanya Thailand yang promosi di Indonesia dan kita menyiapkan paket-paket wisata dan kita distribusikan ke anggota MHTI. Dan kita akan mengisi penerbangan ke Bangkok, sehari ada tiga pagi siang sore. Jadi kerjasama ini simbiosis mutualisme,” tutur Bima.

Komentar

News Feed