oleh

Kemenag, Garuda Indonesia, dan Saudi Airlines Tandatangani Perjanjian Penerbangan Jemaah Haji

Kementerian Agama melakukan penandatangan perjanjian pengangkutan udara jemaah haji Indonesia 1439H/2018M dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Penandatanganan kerjasama ini ini berlangsung di kantor Kementerian Agama, jalan Lapangan Bateng Barat nomor 3-4, Jakarta Pusat.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali, Dirut Garuda Indonesia Pahala N Mansury, dan GM Hajj Umrah, Sales, and Revenue Saudi Arabaian Airlines Mr Amer G Alghamdi.

Dalam sambutannya, Drijen PHU Nizar Ali menyampaikan bahwa penerbangan jemaah haji tahun 2018 ini menggunakan sistem carter dan tanpa transit. “Penerbangan jemaah haji tahun ini akan dilakukan secara langsung atau direct flight, kecuali ada alasan keselamatan dan pengisian bahan bakar,” kata Nizar Ali.

Dirut Garuda Indonesia Pahala N Mansury menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada terbaik untuk memastikan layanan penerbangan bagi jemaah haji tahun 1439H ini dapat berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. “Berkaca dari capaian kinerja tahun lalu, di mana kami berhasil mempertahankan capaian ketepatan waktu di atas 95 persen, kami optimis kesiapan dan kelancaran layanan operational haji dapat terus kami maksimalkan,” kata Pahala.

Pahala juga menyampaikan bahwa Garuda Indonesia sudah menyiapkan layanan cabin crew terbaiknya khusus untuk memenuhi harapan jemaah haji. Layanan itu seperti, menyediakan tayangan bernuansa Islami, dan juga tersedianya pilihan menu yang disesuaikan dengan selera daerah masing-masing jemaah sesuai hasil meal test di setiap embarkasi.

Tampak hadir dalam acara ini, perwakilan pejabat Ditjen PHU, perwakilan Garuda Indonesia, dan perwakilan Saudi Arabian Airlines.

Komentar

News Feed