oleh

Wakil Ketua Umum Asphurindo Minta Syam Segera Lucuti Nama Asphurindo

Jakarta — Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) Hafidz Taftazani menegaskan pihaknya akan melakukan gugatan hukum di wilayah DKI Jakarta terkait dengan tuduhan oleh kubu Syam Resfiadi soal Asphurindo.

“Setidaknya ada dua hal, yaitu pencemaran nama baik di media dan yang kedua yaitu tindakan melawan hukum atas hak cipta,” kata Hafidz kepada wartawan di Jakarta, Selasa malam (13/2/2018).

Hafidz menyayangkan tindakan Syam yang sudah kalah di PTUN dan PT TUN namun masih melanjutkan ke kasasi. Meski begitu, Hafidz menghargai tindakan Syam sebagai warga negara yang ingin melakukan kasasi.

“Kasasi adalah hak warga negara, namun kalau sudah kalah di PTUN dan PT TUN menurut saya islah saja. Wong kita legowo ko, namun menurut dia dunia ini hitam putih, kalah menang, jadi ya susah kalau gitu,” kata Hafidz.

Soal adanya penetapan dua tersangka kepenguruasan Asphurindo (Kubu Magnatis) yang digembar-gemborkan selama ini menurut Hafidz merupakan pencemaran nama baik. Terlebih, kata Hafidz, yang berhak menyampaikan tersangka atau bukan adalah wewenang penegak hukum.

“Polisi itu bukan lembaga untuk menahan orang tapi untuk melindungi orang karena dalam menjalankan tugasnya polisi tidak sewenang-wenang, tidak main tangkap, justru malah polisi lembaga yang melindungi warga negara. Tersangka berapapun orangnya bukan kapasitas Agus (Sekjen Asphurindo Kubu Syam) untuk mengatakan kapan akan ditahan,” kata Hafidz.

Selanjutnya, berkaitan dengan keputusan PTUN dan PT TUN yang menyatakan kepengurusan Asphurindo Pimpinan Magnatis adalah sah berdasarkan hukum, Hafidz meminta sebaiknya Syam menghormatinya dan tidak lagi menggunakan nama Asphurindo.

“Kami minta kepada saudara Syam untuk melucuti nama Aspurindo dan nama-nama yang dikaitkan dengan nama Aspurindo seperti nama Aspurindo perjuangan dan Aspurindo hasil munas. Alasanya karena hak cipta nama Aspurindo sudah dihakpatenkan dan tidak boleh disalahgunakan. Sekalipun Syam pernah membantah namun bantahannya telah gugur karena dia dikalahkan oleh PTUN dan PT TUN. Saya sudah kirimkan somasi pada dia, dan kalau dia masih tetap melanggar tentu dia akan berhadapan dengan hukum,” tegas Hafidz.

Sebelumnya, berdasarkan putusan Pengadilan TUN Nomor 73/G/2017/PTUN-JKT tanggal 31 Agustus 2017, menolak gugatan permohonan yang diajukan oleh Syam. Pengadilan TUN menyatakan bahwa kepenguruasan Asphurindo pimpinan Magnatis Chaidir adalah sah berdasarkan hukum.

Begitu juga hasil putusan PT TUN menyatakan kepemimpinan Magnatis merupakan yang sah sesuai dengan keputusan pengadilan tata usaha negara no. 338/B/2017/PT.TUN.JKT pada tanggal 24 Januari 2018.

Kementerian Hukum dan HAM memperkuat kepengurusan Asphurindo pimpinan Magnatis Chaidir dengan menerbitkan surat pengesahan nomor AHU-0000143.AH.01.08.TAHUN 2017, tanggal 10 Maret 2017 tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Perkumpulan Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia.

Komentar

News Feed