oleh

ASBIHU NU dan UIN Walisongo Gelar Sertifikasi Haji di Semarang

Jakarta – Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai universitas yang dapat melaksankan sertifikasi pembimbing haji akan melaksanakan kegiatan sertifikasi pembimbing haji. Acara tersebut akan digelar di UTC Hotel, Jl. Kelud Raya No.2, Semarang, pada selasa besok, tanggal 23 Januari hingga 1 Februari 2018.

Hingga saat ini, jumlah peserta yang akan mengikuti sertifikasi pembimbing haji telah mencapai 150 peserta yang datang dari berbagai wilayah seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan dan Papua.

Ketua panitia sekaligus pimpinan ASBIHU NU, Hafidz Taftazani mengatakan, bertambahnya peserta yang diluar dugaan dari rencana peserta 100 orang, namun bertambah menjadi 150 orang tentu harus dilakukan persiapan di dalam pelaksanaan.

“Kita akan rundingkan dengan penyelenggara yaitu UIN Walisongo agar dipisah menjadi dua kelas,” kata Hafidz yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asphurindo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/01/2018).

Hafidz menjelaskan, tujuan dilaksanakannya sertifikasi haji yaitu untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan integritas pembimbing manasik agar melaksanakan tugasnya secara profesional dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita sediakan stok pembimbing tingkat kabupaten dan juga siapkan stok tingkat wilayah. Jangan sampai ada petugas haji yang tidak mengerti tentang perhajian,” katanya.

Hafidz mengucapkan terimakasih atas warga Nahdliyin atas sambuatnnya yang luar biasa sehingga nanti dalam acara pembukaan sebanyak 1500 orang akan hadir di acara tersebut.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama RI, Khoirizi HD mengapresiasi peran ASBIHU NU dalam melakukan kerjasama dengan UIN Walisongo terkait dengan sertifikasi haji tersebut.

Ia menjelaskan, ASBIHU NU tentu punya kepentingan yang sama dengan pemerintah untuk melahirkan petugas atau pembimbing haji yang professional, mempunyai mainframe yang sama sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Haji terdiri dari peran pemerintah dan peran masyarakat. Ini peran masyarakat, bentuk masayarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, apalagi dalam hal pembinaan. ASBIHU NU ini tujuannya mempersiapkan pembimbing yang professional sehingga nanti akan memberikan manasik sesuai dengan harapan pemerintah,” katanya.

Selain UIN Walisongo, saat ini sudah ada empat universitas yang telah mengadakan kerjasama sertifikasi ibadah haji dengan pemerintah yaitu UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sumatera Utara Medan dan UIN Mataram NTB.

Dalam acara pembukaan besok, rencananya akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan dihadiri oleh Dirjen PHU Kemenag RI serta Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang akan memberikan materi pembukaan. Acara tersebut juga akan dihadiri oleh 1500 Nahdiyyin, Kakanwil Kemenag Jateng dan juga Pengurus-pengurus NU di Jawa Tengah dan Pesantren-pesantren di sekitar Semarang.

Mengacu pada Keputusan Dirjen Haji dan Umrah No: D/223 tahun 2015, sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan integritas pembimbing manasik agar mampu melakukan aktualisasi potensi diri dan tugasnya secara profesional guna mewujudkan jamaah haji mandiri dalam hal ibadah dan perjalanan; memberikan pengakuan dan perlindungan atas profesionalitas pembimbing manasik dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan kewenangannya dalam memberikan bimbingan manasik sesuai ketentuan pemerintah.

Komentar

News Feed