oleh

Asbihu Siap Lahirkan Petugas Haji yang Profesional

Jakarta — Asbihu bekerjasama dengan Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Walisongo) Semarang dan juga dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia akan melaksanakan sertifikasi pembimbing ibadah haji. Acara tersebut akan digelar di UTC Hotel, Jl. Kelud Raya No.2, Semarang, pada tanggal 23 Januari hingga 1 Februari 2018 mendatang.

Ketua panitia sekaligus pimpinan travel Asbihu, H. Hafidz Taftazani mengatakan, dengan adanya sertifikasi ibadah haji tersebut diharapkan akan melahirkan petugas haji yang profesional dalam memberikan bimbingan maupun pelayanan kepada para jamaah haji.

Hafidz menjelaskan, masyarakat Indonesia di dominasi oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, sumber daya pembimbing ibadah haji masih minim. “Oleh karena itu, akan kita siapkan sumber daya manusia yang berbobot, berkualitas dan profesional khususnya dalam rangka bimbingan ibadah haji,” kata Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asphurindo tersebut.

Untuk melaksanakan acara tersebut, Hafidz sudah menawarkan kepada para stakeholder seperti Nahdlatul Ulama, baik dari Muslimat, Anshor, Fatayat, PMII, agar mereka dapat mengambil bagian dalam penyelenggaraan tersebut.

“Di samping itu, tentu kita tawarkan pada travel-travel yang berbasis NU, maupun pihak KBIH-KBIH yang berbasis NU,” jelas hafidz.

Saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar hampir mencapai 100 orang. Para peserta tersebut datang dari Papua, Kalimantan, Lampung, Jawa Tengah dan wilayah lainnya. Pendaftaran peserta akan ditutup pada tanggal 10 Februari 2018. Jika peserta yang akan mengikuti acara tersebut lebih dari kapasitas, nantinya akan dibuka gelombang kedua.

Untuk mensukseskan acara tersebut, Hafidz sudah membentuk panitia lokal untuk menyiapkan pelaksanaan acara.

Dalam acara pembukaan nanti, rencananya akan  dibuka oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan akan dihadiri oleh 2000 Nahdiyyin, Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Jateng dan juga Pengurus-pengurus NU di Jawa Tengah dan Pesantren-pesantren di sekitar Semarang.

Nantinya, peserta yang telah lulus mengikutii acara tersebut akan direkomendasikan untuk menjadi petugas haji, baik dari Kemenag Kabupaten untuk jadi TPHI, atau Kemenag Wilayah untuk jadi TPHD. “ Kalau sumber daya kita kuat, otomatis tidak ambil dari mana-mana,” pungkas Hafidz.

Komentar

News Feed