Bisnis Islam

Menu

Menang di PTUN, Hafidz Taftazani Yakin Asphurindo Kubu Magnatis Menang di PT TUN

  • Reporter:
  • Senin, 4 Desember 2017 | 17:58
  • / 15 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 21 kali
Menang di PTUN, Hafidz Taftazani Yakin Asphurindo Kubu Magnatis Menang di PT TUN

Jakarta — Perseteruan antara dua kubu kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Republik Indonesia antara Syam Resfiadi dan Magnatis Chaidir, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan bahwa kubu Magnatis Chaidir merupakan kepengurusan yang sah dengan keluarnya SK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui SK AHU-0000143.AH.01.08.Tahun 2017 yang dikukuhkan berdasarkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 73/G/2017/PTUN-JKT  tertanggal 31 Agustus 2017.

Wakil Ketua Umum Asphurindo Hafidz Taftazani menegaskan dirinya optimis akan menang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) sebagaimana menang di PTUN.

“Menurut hemat kita ya g mungkin lah kubu Syam akan dimenangkan, masa sekarang PT TUN akan menghancurkan PTUN  dan akan mengobok-obok Kemenkumham kan tidak mungkin. Jadi menurut saya keputusannya g mungkin jauh dari sebelumnya. Namun demikian, kita tidak berbicara soal kemenangan, nanti kami juga akan menata dengan muktamar yang baik dan benar,” kata Hafidz kepada Wartawan di Jakarta.

Hafidz mengatakan bahwa Kementerian Agama sudah mengakui bahwa kepengurusan Asphurindo yang sah, yang formal dan yang legal adalah Asphurindo di bawah kepemimpinan Magnatis setelah adanya keputusan PTUN.

“Dalam rapat Kemenag, (mereka, red) tidak diundang, yang diundang kami, Jadi yang menandatangani dokumen-dokumen di kementerian Agama itu Pak Magnatis,” jelas Hafidz.

Hafidz mengatakan bahwa selama ini tidak ada musyawarah untuk mengatasi persoalan yang ada. “Sebetulnya kalau mau musyawarah ya musyawarah dari dulu, tapi yang mengajukan ke pengadilan TUN juga dia, tapi dikalahkan, yang mengajukan ke PT TUN juga dia, bukan kita,”katanya.

Terkait dengan adanya banding yang diajukan oleh kubu Syam ke PT TUN, Hafidz menjelaskan bahwa kubu Magnatis tidak tinggal diam, selama ini sudah melakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Persoalan disini kan sedang berjalan hukum , kita ini orang tua yang didalamnya, kita tidak meledak seperti itu, ada yang sedang mengatasi masa kita ikut mengatasi, kita g boleh tergesa-gesa, kita g usah menggebu-gebu, kita g usah mencari-cari seakan-akan ini pertarungan hidup mati,”katanya.

Cuma, kata Hafidz, dirinya dan pengurus yang lain berkewajiban terhadap Asphurindo untuk menjaganya serta menjaga dari orang-orang  yang memiliki kepentingan tidak jelas.

“Kita menyelamatkan asosiasi ini dari nilai-nilai pendiriannya itu, norma-norma yang kita bikin, asosiasi untuk apa?, asosiasi harus berjalan seperti apa?, ini yang kita pertahankan,”katanya.

Hafidz berharap perseteruan antara dua kubu di Asphurindo dapat selesai dengan baik karena disini tidak ada persoalan besar seperti persoalan sebuah politik yang kemudian merugikan Negara.

“Tidak ada persoalan apa-apa, asosiasi kan hanya tempat berkumpul, asosiasi bukan tempat menentukan, yang menentukan adalah izin Kementerian Agama dengan kita. Cuman kita menjadi wasilah dari Kementerian Agama, sehingga urusan yang menyangkut Kemenag diserahkan ke asosiasi untuk melakukan penilaian, peningkatan, koordinasi, pembinaan, kita sebagai mitra saja,”pungkasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Bisnis Islam

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional