Bisnis Islam

Menu

Asphurindo: Banyak Koreksian Soal Standar Pelayanan Minimum Haji Khusus

  • Reporter:
  • Rabu, 29 November 2017 | 19:30
  • / 10 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 31 kali
Asphurindo: Banyak Koreksian Soal Standar Pelayanan Minimum Haji Khusus

 

Belum lama ini, Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In Bound Indonesia (Asphurindo) dan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Forum Group Diskusi (FGD). Acara yang diselenggarakan di salah satu hotel di kawasan Bogor ini melibatkan sejumlah stakeholder seperti travel-travel yang memiliki jumlah jemaah haji dan umrah banyak.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In Bound Indonesia (Asphurindo), H. Syam Resfiadi mengatakan, FGD tersebut membahas penyesuaian kondisidari pelayanan minimum dari sebuah haji khusus, baik di Indonesia dan Arab Saudi.

“Karena banyak koreksian dari PMA yang di dalamnya ada SPM standar pelayanan minimum haji khusus, dimana sudah banyak hal terjadi di tahun 1438 H maka selayaknya disesuaikan kembali dengan peraturan-peraturan yang baru serta kondisi-kondisi fasilitas dan pelayanannya di tahun-tahun depan,” kata Syam kepada Majalah Rindu Kabah, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Menurut Syam, pembahasan penyesuaian kondisi pelayanan minimum dari sebuah penyelenggaraan haji khusus baik selama berada di Indonesia maupun di Saudi Arabia menjadi sangat penting. Sebab, banyak koreksi tentang Peraturan Menteri Agama (PMA) yang di dalamnya memuat tentang standar pelayanan minimum haji khusus atas penyelenggaraan haji khusus di tahun lalu.

“Jadi, sudah selayaknya ini disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang baru dengan tentunya mengedepankan perbaikan layanan dan fasilitas-fasilitas buat jemaah di tahun mendatang,” tegasnya.

Seperti diketahui umum bahwa peraturan terbaru tentang haji maka terjadi juga dengan haji khusus. Di mana haji khusus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari haji Indonesia, yang mana semuanya diatur dalam UU, PP dan PMA.

“Dan kami sangat bersyukur di dalam FGD kali ini banyak dilibatkan para asosiasi dan travel yang memiliki jamaah besar serta para Kabid dan Kasi Haji Umrah dari Kanwil Kementerian Agama dimana sudah ada transaksi setoran BPIH sehingga para staf Kanwil tersebut dapat ikut aktif peran serta dalam pengawasan dan pembinaan travel PIHK yang ada di daerahnya masing-masing,” tutup Direktur Travel Patuna ini.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 Bisnis Islam

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional